Arsip untuk Maret, 2010

Rinduku di atas sajadah

Posted in puisi (uneg2) on Maret 29, 2010 by na

cinta ini telah rindu dengan sang perindu.

dimana kesunyian menjadi obat bagi yang pilu.

dimana ketenangan selalu memberi inspirasi dan motivasi yang hebat.


bosan dengan keadaan yang terus tanpa henti yang kian tak berhenti

atau mungkin inikah ujian Nya yang aku pun tak tau ilmunya.

rinduku di atas sang perindu telah lelah untuk dibicarakan.

tak henti ku ingini ia…

bahkan dalam mimpiku pun ia muncul bersama orang2 yang dirindukannya.


rinduku di atas sajadah…

apakah seperti kayu yang telah menjadi abu..?

di atas sang perindu dengan lantunan ayat cinta Nya…

telah bersemai di hati dzikir yang tak ingin berhenti.

rasanya sudah hampir tak tahan dengan semuanya, hingga ingin ku menangis di setiap helai rinduku.


Iklan

Pencitraan yang kau Lihat

Posted in Uncategorized on Maret 5, 2010 by na

adakah kejujuran yang tampak wahai diri yang lemah lagi tempat salah.

kecenderungan hati tuk menampakkan sesuatu yang hakiki.

pencitraan dewasa ini membuat hal yang harus dilakukan. pencintraan baik terhadap suatu kumpulan atau secara personal, menjadi hal yang patut diutamakan.  hal ini lumrah dan tidak salah.

jaim bahasa gaulnya, bagi anak muda. harusnya begitu dalam menampakkan sesuatu, supaya orang lain tidak menjauh dari kita. tapi menurutku ada yang salah disini. masih ingatkah dengan surat as saff 1-3..?? bagaikan alarm dalam hati kecil ini.mengajak tapi sebelumnya haruslah terajak.

pencintraan, baiknya dilakukan dengan alami, wajar dan baik, bukan dengan suatu ke jaim-an yang tampak ketika adanya dan hilang ketika tidak adanya. pencintraan baiknya adalah terpancar dari dalam diri sendiri, bukan sesutau yang mengada-ada, bukan sesuatu yang dibuat-buat. itulah hakekatnya pencintraan secara baik.

wahai diri, tak cukup hanya dengan ucapan

tak cukup hanya dalam seruan

hal itu amatlah baik jika berasal dari diri yang baik.

wahai diri, upayakan selalu belajar untuk mengisi diri

bukan hanya sekedar tuk mengisi orang lain